Produksi kapital
Diantara banyakya sistem ekonomi yang ada di dunia, sistem ekonomi kapitalis adalah salah satu yang paling kontroversial.
Sebagai hasil pemikiran dari aliran ekonomi klasik, ciri utama dari sistem ekonomi kapitalis adalah kepemilikan privat atas alat
produksi dan distribusi yang dimanfaatkan untuk memperoleh laba yang setinggi-tingginya. Akar dari sistem ekonomi kapitalis adalah konsep dari kapitalisme itu sendiri. Sistem ekonomi kapitalis adalah cara untuk melanggengkan kapitalisme tersebut. Dimana sistem ekonomi yang berlaku memberi kebebasan bagi pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan produksi demi kepentingan individu-individu, sumber daya ekonomi, atau faktor
produksi.
Kita mengetahui dalam Buku1 ,Bab8, Das Kapital, bahwa satu bagian dari kapital konstan mempertahankan bentuk guna tertentu yang dengannya ia memasuki proses produksi, di atas dan terhadap produk-produk yang telah ia bantu bentuk. Ia berlanjut melaksanakan fungsi-fungsi yang sama selama suatu periode lebih pendekatan atau lebih panjang, dalam suatu rentetan proses kerja yang berulang-ulang. Contoh-contoh mengenai ini adalah gedung-gedung pabrik, mesin-mesin dsb. singkatnya, segala sesuatu yang kita kumpulkan dengan julukan alat-alat kerja. Bagian dari kapital konstan ini menyerahkan nilai pada produk sebanding dengan nilai-tukar yang hilang bersaman pakainya. Sejauh mana nilai suatu alat produksi seperti itu diserahkan atau dipindahkan pada produk yang ia ikut bentuk ditentukan oleh suatu Terhitungan rata-rata; ia diukur dengan durasi rata-rata dari fungsinya, dari waktu ia memasuki proses produksi sebagai alat-alat produksi hingga waktu ia sepenuhnya dipakai, mati, dan harus digantikan atau direproduksi dengan suatu barang baru dari jenis yang sama. Keistimewaan bagian dari kapital konstan ini, alat-alat kerja dalam arti seketatnya, adalah: Sebagian dari kapital itu telah dikeluarkan dimuka dalam suatu bentuk kapital konstan, yaitu alat-alat produksi, yang kemudian berfungsi sebagai faktor-faktor proses kerja selama mereka mempertahankan bentuk kegunaan yang berdiri sendiri yang dengannya mereka memasukinya. Produk jadi itu, dan dengan demikian juga unsur-unsur dari pembentukannya, sejauh mereka
ditransformasi menjadi produk, dikeluarkan dari proses produksi, dan beralih sebagai suatu komoditi dari lingkungan produksi ke dalam lingkungan sirkulasi. Alat-alat kerja, sebaliknya, tidak pernah meninggalkan lingkungan produksi begitu mereka telah masuk ke dalamnya. Fungsi mereka membatasi mereka secara ketat di dalamnya. Suatu bagian dari nilai kapital yang dikeluarkan dimuka telah ditetapkan dalam bentuk ini, yang ditentukan oleh fungsi alat-alat kerja di dalam proses itu. Sebagai suatu alat fungsi-fungsi kerja dan telah dihabiskan satu bagian dari nilainya beralih pada produk, sedang suatu bagian lain tetap terpancar dalam alat kerja dan karena itu di dalam proses produksi itu. Nilai yang ditetapkan dengan cara ini terus menerus menurun, hingga alat kerja itu subur Dan karena itu telah mendistribusikan nilainya, dalam suatu periode lebih lama atau periode lebih singkat, atas volume produk-produk yang telah keluar dar iserangkaian proses kerja yang diulangi secara terus-menerus selama suatu alat kerja tetap berdaya-hasil, dan belum harus digantikan dengan suatu barang baru dari jenis yang sama ada nilai kapital konstan masih terpancang di dalamnya, sedangkan satu bagian lain yang aslinya terpancang di
dalamnya beralih pada produk dan dengan
demikian bersirkulas isebagai suatu komponen dari persediaan komoditi. Semakin lama bertahannya alat-alat kerja dan semakin lambat ia mengaus, semakin lama pula nilai kapital konstan terpancang dalam bentuk kegunaan ini. Tetapi berapa pun derajat durabilitasnya, proporsi yang dengannya ia menyerahkan nilai selalu berada dalam rasio terbalik dengan keseluruhan durasi fungsinya. Jika dua buah mesin adalah dari nilai yang setara, tetapi sebuah darinya mengaus dalam lima tahun dan yang lainnya dalam sepuluh tahun, maka yang tersebut lebih dahulu menyerahkan nilai yang dua kali lebih banyak dalam ruang waktu yang sama seperti mesin yang kedua bagian dari nilai.
kapital yang terpancang dalam alat-alat kerja bersirkulasi, tepat seperti bagian-bagian yang lain. Seperti telah kita ketahui, keseluruhan nilai kapital ada dalam sirkulasi terus-menerus, dan dalam pengertian ini, karena itu, semua kapital adalah kapital yang bersirkulasi. Tetapi sirkulasi dari bagian dari kapital yang dibahas disini adalah suatu sirkulasi yang istimewa. Pertama-tama, ia tidak bersirkulasi dan bentuk pakainya. Adalah lebih nilainya yang bersirkulasi, dan ini dilakukannya secara berangsur-angsur, sedikit demi sedikit, dalam derajat-derajat yang dengannya ia dipindahkan pada produk yang bersirkulasi sebagai komoditas suatu bagian dari nilainya selalu tetap terperancang didalamnya selama terus berfungsi, dan tetap berbeda dari komoditi yang telah ia membantu memproduksi. Keistimewaan ini adalah yang memberikan pada bagian kapital konstan itu bentuk sebagai kapital tetap (fixed capital). komponen material lain dari kapital yang dikeluarkan di muka didalam proses produksi, sebaliknya merupakan berbeda dengannya-kapu sirkulasi atau kapital cair. Terdapat satu bagian berikutnya dari alat-alat produksi yaitu alat bantu yang dikonsumsi oleh alat-alat kerja yang sesungguhnya selagi mereka berfungsi, seperti batu-bara oleh mesin uap, atau yang hanya mendur kali itu,sepertigas untuk penerangan dsb. Yang juga tidak masuk ke produk didalam bentuk material mereka. Hanya nilai mereka merupakan bagian dari nilai produk itu. Produk itu mengedarkan nilainya dalam sirkulasinya sendiri, dan mereka dalam hal ini sama dengan kapital stap. Tetapi mereka seluruhnya dikonsumsi dalam setiap proses kerja yang mereka masuki, dan karena itu, dengan setiap proses kerja baru, mereka harus seluruhnya digantikan dengan barang-barang baru dari jenis yang Mereka tidak melestarikan bentuk kegunaan mereka yang bebas selagi mereka itu berfungsi. Maka juga tiada bagian dari nilai kapital tetap terpancang dalam bentuk kegunaan mereka yang alami. Kenyataan bahwa bagian dari alat-alat bantu ini secara material tidak masuk dalam produk itu, tetapi memasuki nilai dari produk itu hanya menurut nilainya sendiri, dan kenyataan berkaitan bahwa fungsi dari bahan-bahan ini adalah terbatas di dalam lingkungan produksi, telah menyesatkan para ahli ekonomi seperti Ramsay (yang sekaligus mengacaukan kapital tetap dan kapital konstan) dalam memberlakukan pada kapital tetap dan kapital konstan itu kategori dari kapital tetap. Bagian dari alat-alat produksi yang secara material memasuki produk, yaitu bahan-bahan mentah, dsb., dengan begitu menerima, hingga satu batas tertentu, suatu bentuk yang dengannya ia kemudian dapat memasuki konsumsi individual sebagai suatu alat kenikmatan. Alat-alat kerja, yang adalah pembawa-pembawa material dari kapital tetap, dikonsumsi hanya secara produktif, dan tidak dapat memasuki konsumsi, individual karena mereka tidak memasuki produk atau nilai-pakai yang mereka bantu, bentuk tetapi lebih mempertahankan bentuk bebas mereka vis-à-vis dengannya hingga mereka sepenuhnya telah mengaus. Suatu pengecualian dalam hal ini adalah alat-alat transportasi. Hasil-kegunaan yang diproduksi alat-alat tratisportasi ini dalam fungsi produktif mereka, yaitu selama keberadaan mereka di lingkungan produksi-perubahan. lokasi-secara serempak memasuki konsumsi individual, misalnya dari orang yang melakukan jalanan. Yang tersebut terakhir itu membayar atas penggunaannya tepat ia membayar untuk pemakaian alat-alat konsumsi lainnya. Seperti Ketahui, perbeda antara bahan mentah dan bahan bantu dapat menjadi seperti didalam manufaktur barang-barang kimiawi, misalnya. Sama dengan perbedaan alat kerja disatu pihak, danbalat-alat bantu dan bahan mentah di lain pihak. Dalam agricultur, misalnya, bahan-bahan yang ditambahkan untuk memperbaiki tanah, sebagian memasuki produk tanaman sebagai unsur-unsur formatif. Namun pengaruh mereka dirontand meliputi periode-periode yang cukup lama, misalnya empat hingga lima tahun. Satu bagian dari ini karena itu, memasuki produk secara material, dari dengan demikian seketika memindahkan nilainya kepadanya, sedang satu bagian lain tetap terpancang dalam bentuk kegunaannya yang lama sehingga nilainya juga tetap terpancang. Ia terus berada sebagai alat-alat produksi dan karena itu menerima bentuk dari kapital tetap. Seekor lembu sebagai seekor binatang penghela, adalah kapital tetap. Namun kalau ia dimakan, ia tidak lagi berfungsi sebagai suatu alat kerja ataupun sebagai kapital tetap Kualitas yang memberikan kepada satu bagian dari nilai kapital yang dikeluarkan untuk alat-alat produksi-sifat sebagai kapital tetap, terutama sekali terletak dalam cara nilai ini bersirkulasi. Kekhususan cara peredaran lahir dari cara tertentu yang dengan alat-alat kerja itu mengalihkan nilainya pada produk, atau bertindak untuk membentuk nilai selama proses produksi itu.

Komentar
Posting Komentar